Isi Blog ini

terdiri dari banyak tulisan; antara tulisan 'ilmiah', artikel buletin, opini, puisi, komentar film (biasa diberikan kode "RF"), lirik lagu, beberapa kutipan, atau apapun saja yang dinilai baik untuk dibagikan sebagai pengalaman bersama..

Selamat menikmati.

Tamu

Rekanan Situs

Rekanan Situs
Klik Gambar di Atas untuk berkunjung ke Pasar Grosir Tas; Drawstring, Tote, Sling, etc. Tas kanvas, tas blacu, tas furing, dll.
Ayiko Musashi. Diberdayakan oleh Blogger.

Kunjungi Juga

Kunjungi Juga

Welcome to

Welcome to

Terjemah

Artikel Pop

Menuju Ke

Kamis, 31 Mei 2012

Al-Abtar




Single Fighter


Suatu kali Nabi pernah diejek sebagai “al-abtar”. Ini adalah julukan bagi orang Arab yang saat itu tidak memiliki keturunan. Karena Nabi memang diskenario oleh Allah untuk selalu hampir sendirian. Masih dalam kandungan, beliau ditinggal ayah. Begitu lahir, selang beberapa tahun, ganti ibunda beliau. Diasuh beberapa saat oleh kakeknya, selang kemudian wafat pula. Terus demikian.

Pada masa berjuang, Nabi dipertemukan dengan siti Khadijah, istri, sahabat, sekaligus pendukung utama Nabi yang paling gigih. Orang yang sedemikian penting inipun meninggalkan Nabi lebih dahulu. Lalu paman yang sangat menyayangi beliau, yang selalu melindungi, senantiasa mendukung perjuangan Nabi, Abu Thalib, juga diangkat oleh Allah.

Nabi memiliki 12 istri. Dari pernikahan ini, Nabi hanya diberikan tujuh keturunan saja. Enam dari jalur Siti Khadijah: Qasim, Zaynab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, Fatimah, dan Abdullah. Dan satu keturunan dari Maria Qibtiyyah, yakni Ibrahim. Kalau dipikir, dengan 12 istri, mestinya Nabi tidak kekurangan keturunan. Paling tidak lebih banyaklah jumlahnya daripada yang ada tadi. Karena orang Arab sangat bangga kalau punya banyak keturunan, apalagi cowok semua!

Bahkan lebih dari itu, semua anak keturunan Nabi meninggal, terkecuali Fatimah. Ada yang meninggal saat masih bayi, seperti Ibrahim. Ada yang ketika dewasa, seperti Ummu Kultsum dan Ruqayyah. Praktis, hanya dari Fatimahlah, Nabi memiliki keturunan generasi kedua (cucu): Hasan dan Husein. Sampai disinipun, dua cucu kesayangan Nabi ini ditakdirkan untuk terbunuh.

Anda lihat. Ada serangkaian peristiwa beruntun yang dialami Nabi. Hampir selalu beliau ditinggalkan oleh keluarganya. Sungguh tidak mudah menapaki garis hidup seperti ini.

Bagi orang yang matanya adalah benci, Nabi mereka sebut sebagai “al-abtar”. Orang yang tidak punya keturunan. Maksudnya, kalau anda tidak punya keturunan, maka sebesar apapun karya dan sejarah hidup anda, maka tidak akan ada yang mengenangkannya. Inilah kenapa, ketika ejekan ini terlontar, langsung turun surat al-Kautsar. Inna a’thainaka al-kautsar. Kami telah menganugerahimu al-Kautsar. Fa shalli li rabbika wan-har. Shalatlah—jangan perdulikan ejekan mereka yang tak berdasar itu—dan berkurbanlah. Inna syani-aka huwa al-abtar. Sesungguhnya, orang-orang yang membencimulah sebenarnya orang-orang yang “al-abtar”, yang terputus.

Bagi yang matanya didasari cinta dan rindu kepada Nabi, segala kehilangan yang terus dialami Nabi ini adalah justru pengukuhan bahwa beliau adalah seorang single fighter. Pendekar….(single). Sejak kecil, Nabi ditinggal oleh orangtua, kakek, dan pamannya. Sengaja agar Allah sendirilah yang akan mendidik beliau. Ditinggal oleh istri dan anak-cucunya, agar murni cinta beliau hanya untuk Allah.

Selang beberapa waktu, Allah memberikan kabar gembira secara berurutan. Dalam surat adh-Dhuha, wa la saufa yu’thika rabbuka fa tardha.. dan janji Allah dalam surat al-Insyirah, wa rafa’na laka dzikraka. … jadilah beliau menjadi sosok yang paling sering disebut namanya di muka bumi ini. Paling sering dikenangkan. Paling banyak dipelajari setiap fase kehidupannya yang selalu mengandung hikmah dan rahasia-rahasia. Paling dirindukan, dan diabadikan melalui karya sastra, tradisi ilmiah, budaya, serta lain sebagainya.

Nabi Muhammad adalah axis yang menjadi tumpuan setiap hal, yang menggandeng pengikutnya mengenal dan kembali ke pelukan Allah.


Klaten, 19 Februari 2012



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Text Widget

Text Widget