Isi Blog ini

terdiri dari banyak tulisan; antara tulisan 'ilmiah', artikel buletin, opini, puisi, komentar film (biasa diberikan kode "RF"), lirik lagu, beberapa kutipan, atau apapun saja yang dinilai baik untuk dibagikan sebagai pengalaman bersama..

Selamat menikmati.

Tamu

Rekanan Situs

Rekanan Situs
Klik Gambar di Atas untuk berkunjung ke Pasar Grosir Tas; Drawstring, Tote, Sling, etc. Tas kanvas, tas blacu, tas furing, dll.
Ayiko Musashi. Diberdayakan oleh Blogger.

Kunjungi Juga

Kunjungi Juga

Welcome to

Welcome to

Terjemah

Artikel Pop

Menuju Ke

Kamis, 31 Mei 2012

Ayam Jago




Wahai Ki Pethuk Munyuk nGgowo Sundhuk, ini aku temanmu, Mpu Gandrung Segawon Kelangkung… Lama sudah kita tak bersua, berkirim puisi, atau lembaran-lembaran yang berbalas lembaran yang berkisah sudut-sudut unik di setiap tebaran menit yang kita nikmati sepanjang hidup kita ini.

Hahaha! Bagaimana kabarmu, Ki? Semoga sangat-sangat baik. Hari cepat berlalu, Ki. Ramadan yang kemarin sempat menjadi setting dan background aktivitas kita sudah berganti menjadi Syawal, dan kini bulan baru akan menggantikannya lagi.

Oalah, ki. Pengulangan ini terus begini dengan pergantian wadag luarnya saja. Langitku masih biru. Gunung di sepanjang jalan ketika aku pulang juga masih abu-abu kukuh menjulang dalam kelabu batas cakrawala samar menyembul di antara kepungan awan putih bertumpuk-tumpuk.

Hujan masih sering datang dan pergi tanpa terprediksi. Orang-orang berlalu lalang, jalanan penuh kembali dengan motor. Berita di koran muncul lagi. Acara di tv terus bersambung. Iklan, propaganda, dan kibul-kibulan kuno yang terus dimodifikasi juga serasa tidak kunjung mati.

Ki, setiap tahun, kita selalu menjadi saksi bergerumbul anak-anak muda berdandan rapi penuh percaya diri bersekolah. Menenteng tas, berjalan kuasa bersama gerombolannya tertawa-tawa seakan bangga yang entah karena apa. Mereka masuk ke rental, mengetik makalah. Menggandakannya melalui kerja tanganmu. Lantas pergi terburu-buru masuk ke kelas untuk presentasi. Dan di setiap sekian bulan digelarkan wisuda di kampus-kampus.

Hhhh… apa tidak lelah, ya? Bukan lelah fisik yang kumaksud, ki. Tapi lelah batin karena sekian lama terus dihisap oleh ritual-ritual upacara kering yang tiada habisnya. Ah, mungkin aku terlalu sinis ya, ki? Lhawong aku juga ternyata juga sama saja kok. Makan, tidur, iseng, haha-hihi, beol, mandi, terus tidur lagi. Hehehe, lucu ya, ki?

#

Ealah. Aku kok malah melantur kemana-mana. Begini, ki. Aku ini sedang penasaran dan ingin bertanya: kenapa ya ayam jago itu selalu berkokok setiap malam menjelang subuh? Padahal setelah berkokok mereka tidak melakukan apapun. Mereka tidak turun mencari makan, atau jalan-jalan. Mereka itu cuma berkokok saja. Sudah begitu, kokokan satu ayam jago akan disahut oleh ayam jago lain di ujung sebelah sana. Setelah itu bersahut lagi lainnya. Jadi, rasanya kok seperti kode morse begitu lho, ki. Apakah benar mereka berkokok karena mereka melihat malaikat, seperti yang sering diceritakan oleh bapak-bapak kita itu?

Kokokan ayam jago itu misterius. Karena hampir semua jago di seluruh dunia pasti begitu. Mereka setia melaksanakan tugas itu turun-temurun. Jika memang demikian, bukankah ayam jago itu memang istimewa, ki?

Hm… tapi kalau ayam jago memang istimewa kenapa dia tidak pernah disebut di dalam al-Qur’an, seperti satwa lain semisal laba-laba, lebah, unta, atau sapi? Apa karena di Arab tidak ada ayam? Hehehe. Intinya, aku ingin tahu, ki mengapa ayam jago berkokok sedini itu? Proses, perasaan, atau pikiran yang seperti apa yang membuat seluruh ayam jago di dunia berkokok tepat pada jam-jam itu? Tidak ada tuh ayam jago yang telat berkokok atau bangun kesiangan. Hahaha, pasti aneh sekali jika itu terjadi. Mm… atau jangan-jangan, kokokan mereka yang bersahut-sahutan itu adalah satu jenis komunikasi jarak jauh untuk menyapa antar ayam jago? Jika benar, berarti ayam jago itu mahluk yang solider.

Ohya, satu pertanyaan lain yang juga penting adalah, kenapa hanya ayam jago—entah berasal dari jenis apa sajalah yang penting jantan, pasti—berkokok, sedangkan yang betina tidak.Hayo?!

Wow! Satu tema ini saja rasanya seperti membuat skripsi. Belum lagi jika bunyi kokokan jago tadi dihubungkan dengan onomatopoeia yang dimiliki oleh setiap budaya. Ada yang bilang kuk kuruuyuuk.. ada yang bilang kong korongkong… ada yang chick chick chiiick chiiiiiiick… dan muaaacam-macam! Welah. Ini adalah kajian suara ayam dalam kerangka budaya. Keren, kan?!

Kalau ditarik lebih jauh lagi, dalam sistem simbol, maka ayam jago bisa punya arti bermacam-macam. Bisa logo jamu, bisa lambang tim kesebelasan sepak bola perancis, bisa lambang kenjantanan pria, bisa menjadi tugu peringatan kota, dan macam-macam.

Di bidang permainan dan perjudian kita mengenal sabung ayam. Dan yang disabung tentusaja selalu ayam jago. Tidak pernah ada ayam betina dipertarungkan. Hahaha. Pasti adanya cuma adu mulut! Kan nggak seru! Hahaha! Ki Pethuk jangan pernah meremehkan permainan sabung ayam. Meskipun awalnya hanya sekadar permaianan tapi ini bisa menjadi sangat serius, karena ada pertaruhan uang dan prestise dalam sebuah sabung. Permainan ini sudah sangat tua umurnya. Peminatnya juga tidak sedikit. Animo keseriusan dan ketegangannya tidak kalah dengan sabung manusia seperti tinju, kick boxer, atau lain-lainnya.

Kalau Ki Pethuk tahu, seorang ilmuwan dari Amerika bernama Clifford Gertz yang pinter kesuwer-suwer itu malah sampai pernah menulis satu buku yang khusus mengalisis sabung ayam di Bali. Itu bener-bener studi serius, ki! Si Clifford itu mengulas sabung ayam dengan membedah sistem budaya, ekonomi, politik, hingga sosial. Pendekatan yang dipakai pun canggih. Mulai dari strukturalisme, fungsionalisme, hingga fenomenologi. Pokoknya istilah-istilah yang buat kita orang awam ini pasti puyeng. Itu semua hanya gara-gara soal ayam jago, ki! Dan itu cuma menyoroti sisi sabung-nya. Jika harus kita tarik melar ke ranah moralitas, etika, dan hukum, maka ada penetapan bahwa sabung ayam itu dilarang, karena menyakiti hewan demi kesenangan manusia. Nah, masuklah kita sudah dalam pembicaraan hubungan antara manusia dengan hewan; tentang hak masing-masing mereka. Hak Asasi Ayam. Tuh!

Rumit deh pokoknya, ki!    

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Text Widget

Text Widget