Isi Blog ini

terdiri dari banyak tulisan; antara tulisan 'ilmiah', artikel buletin, opini, puisi, komentar film (biasa diberikan kode "RF"), lirik lagu, beberapa kutipan, atau apapun saja yang dinilai baik untuk dibagikan sebagai pengalaman bersama..

Selamat menikmati.

Tamu

Rekanan Situs

Rekanan Situs
Klik Gambar di Atas untuk berkunjung ke Pasar Grosir Tas; Drawstring, Tote, Sling, etc. Tas kanvas, tas blacu, tas furing, dll.
Ayiko Musashi. Diberdayakan oleh Blogger.

Kunjungi Juga

Kunjungi Juga

Welcome to

Welcome to

Terjemah

Artikel Pop

Menuju Ke

Kamis, 31 Mei 2012

Dunia Tipu


Kita sudah kadung terlahir dalam dunia yang penuh prasangka dan segala tipu rekayasa. Kadang kuat sekali rasanya perasaan ini untuk meyakini bahwa apa yang tampak tidaklah sesederhana dengan yang sebenarnya tidak kita lihat.

Ada konspirasi. Yap! Mungkin sedikit mentereng istilahnya. Atau bias jadi sedikit paranoid atau berburuk sangka. Tapi Sayyidina Ali pernah berwasiat bahwa di dalam zaman dan Negara yang begitu banyak terjadi fitnah, sikap husnu zhan atau berbaik sangka bukanlah pilihan, karena jika itu yang dipilih, engkau akan terlalu sering tertipu. Tapi tidak masalah jika kau memang ikhlas terhadanya.

Sayang, saya masih belum bias mencapai taraf untuk ikhlas ditipu ribuan kali. Tiba-tiba bom meledak dimana-mana. WTC hancur, bom bunuh diri meledak di kereta, di bus, di restoran, melalui buku atau di masjid seperti yang belakangan marak diulas.

Sederhana saja. Rangkaian berurut ini mengingatkan saya dengan scene-scene yang ada di film V For Vendetta. Seorang penguasa menjaga eksistensinya di mata rakyat, dengan cara merekayasa sebuah kondisi dimana rakyat dibuat bergantung dan dibuat merasa butuh kepada penguasa. Medianya adalah ketakutan. Maka, diciptalah teror dan huru-hara dimana-mana. Mereka menebarkan benih-benih ketakutan dan was-was  kepada rakyat. Dan kemudian, pada saatnya yang tepat, mereka muncul bertindak menumpas semua penyebab ketakutan—yang sebenarnya adalah milik mereka juga. Lalu berita dimana-mana menyebut mereka pahlawan yang layak dicintai dan dihargai jasa-jasanya. Menumpas ketakutan.

Pola ini hamper serupa dengan beberapa kelompok yang sengaja menularkan virus computer dimana-mana, yang ternyata nanti ketika banyak computer yang terjangkiti atau dirusak olehnya, baru ia menjual anti-virus untuk itu. Ramai orang membeli antivirus, karena mereka memang butuh sembuh. Lagi-lagi, rekayasa kebutuhan

Beberapa ilmuwan membuat penelitian, yang kemudian mereka menemukan virus (kesehatan). Yang lebih tepat, kadang, adalah membuat virus. Disebarkan. Ketika banyak yang terjangkit, dan butuh obat, mereka tampil menawarkan penawar. Tentu bayar, tidak gratis. Nah, yang ini taktik bisnis farmasi dan kesehatan dalam menciptakan pasar.

***

Ada banyak rekayasa atau konspirasi dalam dunia bisnis sebagai trik melipat gandakan keuntungan. Kalau penimbunan, itu sudah biasa. Ada yang bilang, sungai dimana-mana segaja dibiarkan dicemari, danau-danau dibiarkan dikotori, sumur dirusak kualitasnya, yang semuanya nanti agar bisnis air minum kemasan bisa laris-manis tanjung kimpul. Ujungnya nanti adalah monopoli penyedia air, dan semua manusia butuh air setiap hari. Tentu ini bisnis yang sangat menjanjikan.

Bumi yang terus-terusan tergerus ini seakan tidak bisa dihentikan. Semua orang seperti hanya terbengong menyasikan tempat huniannya mulai roboh. Tidak banyak yang serius, yang teorganisir untuk menyelematkan bumi. Jangan-jangan bumi ini memang sengaja dirusak dan dibiarkan rusak agar para pebisnis yang sudah membuat hunian di planet Mars bisa laku perumahannya?! Hehehe.
  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Text Widget

Text Widget