Isi Blog ini

terdiri dari banyak tulisan; antara tulisan 'ilmiah', artikel buletin, opini, puisi, komentar film (biasa diberikan kode "RF"), lirik lagu, beberapa kutipan, atau apapun saja yang dinilai baik untuk dibagikan sebagai pengalaman bersama..

Selamat menikmati.

Tamu

Rekanan Situs

Rekanan Situs
Klik Gambar di Atas untuk berkunjung ke Pasar Grosir Tas; Drawstring, Tote, Sling, etc. Tas kanvas, tas blacu, tas furing, dll.
Ayiko Musashi. Diberdayakan oleh Blogger.

Kunjungi Juga

Kunjungi Juga

Welcome to

Welcome to

Terjemah

Artikel Pop

Menuju Ke

Kamis, 26 April 2012

RF: The Control


The Control. Wow! Film yang luar biasa. Ini cerita soal hidup Ian Curtis, vokalis band Joy Division. Dari film ini paling tidak aku mulai mengerti apa yang dirasakan oleh Kurt Cobain. Dulu aku pernah baca biografi Cobain versi terjemahan Indonesia berjudul Havier Than Heaven. Cobain adalah tipikal pemuda yang berusaha keras agar bandnya, Nirvana, terkenal. Akan tetapi setelah yang ia inginkan tercapai, semuanya tidak berjalan seperti yang pernah dibayangkan. Beberapa mungkin iya, tapi belakangan Cobain merasa dia dituntut secara berlebihan oleh para fans tanpa mau mengerti keadaannya. Akhirnya Cobain muak, dan dimulailah fase kekacauan sampai kemudian ia meledakkan kepalanya sendiri dengan sebuah pistol.
            Yap! Hampir seperti itulah yang dialami oleh Ian Curtis. Ia mati muda (umur 23 tahun) seperti Kurt Cobain, dan mereka mati bunuh diri. Pada awalnya segala sesuatu terasa menyenangkan. Menaiki tangga kesuksesan satu demi satu, dan kemudian datanglah godaan. Sampai disini aku tak mau tahan berkata bahwa selebritas itu aneh.
            Ian Curtis, dalam popularitasnya, juga mempunyai kisah cinta yang hamper sama dengan Basquiat. Ia jatuh cinta, bahkan kemudian menikah dengan Debbie di usia sangat muda ketika ia belum terkenal. Kemudian setelah terkenal, fans berdatangan dan salah satu di antara mereka nyantol di hati. Annik, nama seorang fans yang kemudian menjadi pacar selingkuhan Ian Curtis, sebenarnya bukanlah seorang penggoda. Ia hanya melihat Ian, dan Ian melihat Annik, lalu mereka jatuh cinta. Cinta mereka memang tulus, tapi ini tidak seharusnya terjadi. Karena Ian sudah menikah.
            Gejolak hati adalah sesuatu yang sangat susah untuk ditaklukkan oleh setiap diri yang memiliki. Ian selalu konser dari kota-ke kota. Debbie di rumah karena harus mengasuh anak mereka, Natalie. Di tempat yang lain, Annik selalu ada bersama Ian. Benarlah sudah apa petuah Jawa witing trisno jalaran soko kulino. Hhh.. sesuatu yang grup band Mahadewi bilang begitu salah tapi juga begitu benar.
            Itulah kenapa kubilang selebritas itu aneh.
            Tapi Ian adalah lelaki yang punya hati. Ia masih merasa bersalah ketika berhubungan dengan Annik. Ia meminta maaf, mengaku, berjanji tidak akan mengulangi, dan mengatakan bahwa ia mencintai Debbie. Di sisi ini, Ian masih menghormati apa yang dulu telah ia putuskan, dan masih menghormati ikatan perkawinannya. Pun begitu, hati tetap tidak bisa dibohongi. Ia masih mencintai Annik. Karena Annik, selain cantik dan sering bersama Ian, Annik juga perhatian dan benar-benar cinta kepada Ian.
            Pada akhirnya, kejiwaan Ian mulai terbelah. Ia merasa bersalah, ingin memperbaiki keadaan, tetapi kenyataannya ia tetap berkubang melakukan kesalahan yang sama. Keadaan ini semakin memburuk ketika epilepsi yang diderita Ian kian sering kambuh. Begitu pula ketika dipanggung. Ian merasa para fans telah menuntutnya secara berlebihan. Mereka tak mau mengerti dirinya. Dan Ian merasa bahwa ia bukan dirinya lagi. Akumulasi permasalahan bersarang di kepala Ian. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa satu keputusan yang telah ia buat pada masa lalu akan membawanya pada keadaan seperti ini.
            Pada suatu pagi, setelah semalam Ian bertengkar dengan Debbie dan jatuh pingsan akibat epilepsi yang dideritanya, Ian pergi menuju dapur. Ian mendapati seutas tali cukup besar. Ia raih tali itu sambil menangis, dan terjadilah apa yang terjadi.

Poor Ian Curtis. I am sorry to hear that.. You too Kurt.
Ayiko Musashi, 241009.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Text Widget

Text Widget