Isi Blog ini

terdiri dari banyak tulisan; antara tulisan 'ilmiah', artikel buletin, opini, puisi, komentar film (biasa diberikan kode "RF"), lirik lagu, beberapa kutipan, atau apapun saja yang dinilai baik untuk dibagikan sebagai pengalaman bersama..

Selamat menikmati.

Tamu

Rekanan Situs

Rekanan Situs
Klik Gambar di Atas untuk berkunjung ke Pasar Grosir Tas; Drawstring, Tote, Sling, etc. Tas kanvas, tas blacu, tas furing, dll.
Ayiko Musashi. Diberdayakan oleh Blogger.

Kunjungi Juga

Kunjungi Juga

Welcome to

Welcome to

Terjemah

Artikel Pop

Menuju Ke

Kamis, 26 April 2012

Serat Centini


Serat Centhini. Buku yang terdiri 4 jilid tulisan Elizabeth D. Inandiak. Ini kubaca bertahap sejak skitar tanggal 20an November tahun ini. Aku terinspirasi membacanya setelah membaca buku Kamasutra saduran dari Anand Krisna. Di buku terakhir ini aku penasaran dengan gembar-gembor buku Kamasutra yang katanya sempat menghebohkan obrolan kaum pria (dan wanita?) karena isinya yang memperbincangkan teknik-teknik bercinta.

Dulu sewaktu masih ABG aku merasa heran bercampur ingin tahu, bagaimana bisa sebuah buku teknik bercinta ditulis dan tersebar sedemikian ramainya. Karena budaya yang selama ini kuhidupi sering menutup rapat wacana seputar seksualitas, tabu. Tapi perlahan-lahan memasuki usia dewasa aku mulai menganggapnya biasa saja karena sering disebutkan dari mulut ke mulut teman-teman.

Baru belakangan ini aku merasa nggeh bahwa dalam agama Hindu seksualitas itu sesuatu yang penting, seperti keberadaan Candi Hindu yang isinya hanya ada Lingga (simbol kelamin laki-laki) dan Yoni (simbol kelamin perempuan). Jadi, tidak sekadar traktat tulisan yang dibuat, tapi juga diwujudkan sebagai elemen penting dalam arsitektur Candi. Hehehe. Kebayang, ada Candi yang isinya adalah kunthul dan temfik.

Bagiku yang sudah terbiasa terkondisikan dengan norma-norma yang menabukan seksualitas, maka keberadaan Candi tersebut sangat menggelikan dan unik. Tapi setelah membaca lebih jauh, ternyata Lingga dan Yoni tadi tidak hanya sekadar simbolisasi kelamin semata, melainkan juga perwakilan dari elemen-elemen kosmos, seperti halnya teori Yin-Yang di dalam khazanah kebudayaan Cina.


***

Di dalam buku Kamasutra saduran Anand Krisna, halamannya sangat tipis. Jadi, mungkin hanya ringkasan-ringkasan saja yang disajikan. Beberapa yang menarik untuk kucatat adalah soal perbedaan gradual atau bertingkat antara nafsu (birahi), cinta, dan kasih. Hubungan yang paling sederhana, antara laki-laki dengan perempuan, bisa dibaca dalam tiga kerangka tersebut.

Jika yang lebih banyak bicara dalam hubungan tersebut adalah sesuatu di bawah perut sedikit, maka hakikat hubungan itu semata nafsu. Rendah. Jika ditinggikan ke dada (hati) yang melandasi hbungan tersebut, maka itu disebut cinta. Dan jika seseorang mampu mentransendensikannya lebih tinggi lagi, itulah yang disebut kasih.


***

Selain tiga klasifikasi di atas, ada pula catatan yang bisa kuambil dari pembahasan mengenai optimalisasi organ-organ tubuh guna mencapai orgasne (biologis maupun spiritual), penjelasan mengenai khasiat bahan-bahan yang diambil dari alam, seperti tumbuh-tumbuhan, madu, telur, hingga manfaat air seni pertama kali kita di pagi hari yang mempunyai kandungan zat antiseptik sangat tinggi.


***

Seperti juga di dalam agama Hindu, seksualitas itu sesuatu penting dalam agama Islam. Lihat saja bagaimana al-Qur’an mengatur soal tersebut. Misalnya ayat yang menyebutkan bahwa istri-istrimu adalah ladang-ladangmu, maka datanagilah sesukamu; kamu adalah pakaian bagi istrimu, dan istrimu adalah pakaian bagimu, dan ayat-ayat yang lain pasti masih banyak lagi jika didalami.

Tidak hanya nas al-Qur’an saja, Nabi Muhammad juga banyak menyabdakan hal-hal terkait dengan etika seksualitas, seperti yang bisa anda jumpai dalam kitab-kitab semisal Qurratul Uyun atau Uqudul Lijain. Disana ada etika tidak boleh mendatangi istri dari belakang, tidak boleh mencabut zakar secara sepihak sewaktu jima’ jika sang istri belum puas, dan lain-lain.

Pembahasan seksualitas tentu saja penting di dalam agama Islam. dan seksualitas itu sendiri selalu berdampingan dengan fikih yang membahas soal hukum. Tilik saja misalnya larangan berzina (hubungan seksual di luar nikah) diimbangi dengan jalan keluar menikah. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kemaslahatan genetika serta kesehatan. Itulah penalaran yang sejauh ini bisa kita berikan.

Gambaran penyimpangan seksual juga disebutkan di dalam al-Qur’an. Misalnya kisah tentang umat nabi Luth yang berhubungan dengan sesama jenis (Homoseksual atau Lesbi). Bahkan al-Qur’an juga menceritakan kisah nabi Yusuf yang digoda (zina) oleh Siti Zulaikha. Terkait dengan ayat ini, ada sekelompok minor yang menolak keotentikan ayat tersebut dicantumkan di dalam kitab al-Qur’an. Mereka meyakini, itu pasti diselipkan oleh orang-orang yang ingin merusak al-Qur’an. Itulah anggapan mereka. Alasannya, bagaimana mungkin kitab suci yang semulai al-Qur’an memuat kisah yang hot seperti itu?! Gus Dur pernah membahas soal ini dalam sebuah kesempatan. Silahkan ditelusuri sendiri.

Yap! Terlepas dari kontroversi di atas, yang pasti kita bisa melihat bagaimana slide-slide mengenai seksualitas juga dibicarakan oleh al-Qur’an—dan, cara penyajiannya lebih dibingkai dalam kiasan-kiasan daripada vulgar. Bahkan, yang menarik, terkait dengan wacana seksualitas ini, Nabi Muhammad pernah berujar bahwa tidak termasuk umatku siapa saja yang menbenci sunnahku, dan menikah adalah sunnahku. Jadi, hidup selibat sangat ditentang oleh Islam, meskipun juga tidak sampai pada hukum haram. Persoalan bagaimana mencegah zina juga dijelaskan oleh sang nabi. Misal hadis yang berbunyi: wahai para pemuda, jika kalian sudah mampu untuk ba’ah, maka menikahlah. Karena itu lebih menundukkan pandangan mata (baca: tidak jelalatan, tidak menjadi kucing garong? Hehehe). Jika kalian tidak mampu, maka puasalah. Jadi, disini ada semacam mekanisme biologis untuk menyiasati masalah seksualitas.

Pendeknya, jika mau menggali benar-benar, sesungguhnya sangat kaya sekali khazanah Islam mengenai seksualitas. Mungkin aku juga perlu menjadwalkan diri untuk membaca buku Seksualitas dalam Islam yang berisi tulisan dari banyak kontributor mengenai seksualitas.


***

Oke, apapun itu, yang kubicarakan tentang Kama Sutra atau Serat Centhini sebenarnya perpanjangan kebutuhan tahu tentang seksualitas pasca aku menikah dengan adikku (baca: istriku). Setelah mengumpulkan bahan-bahan referensi dari internet soal pengetahun dan tips seksual yang sehat, aku juga mengingat-ingat kembali tulisan sewaktu menjadi notulen/ transkriptor untuk seminar kesehatan reproduksi yang diisi oleh mbak Habibah. Selain itu, aku juga memanfaatkan entri poin yang pernah kubaca dari situs wikipedia soal seksualitas. Dan tentu saja, tidak ketinggalan, video-video.  

Nah, dari yang terakhir (video) aku punya catatan, bagaimana seksualitas di Barat sudah menjadi sebuah candu, barang yang sangat mudah didapatkan, dan sudah sedemikian kpmersial. Seksualitas menjadi komoditi. Artinya, orang melakukan seks, direkam menjadi film, kemudian dijual ke seluruh dunia. Beberapa buku yang pernah kujumpai sudah ada yang menganilis tingginya keuntungan materiil (uang) dari bisnis film porno. Dalam sebuah catatan, bisnis film porno menempati bisnis terlaris ketiga setelah opium atau obat-obatan narkotika. Beberapa juga ada yang mengaitkan masifnya penyebaran film porno ke seluruh dunia dengan agenda tersembunyi dari Zionis untuk menghancurkan moral bangsa-bangsa. Who knows?

ccv

Ayiko Musashi
  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Text Widget

Text Widget