Isi Blog ini

terdiri dari banyak tulisan; antara tulisan 'ilmiah', artikel buletin, opini, puisi, komentar film (biasa diberikan kode "RF"), lirik lagu, beberapa kutipan, atau apapun saja yang dinilai baik untuk dibagikan sebagai pengalaman bersama..

Selamat menikmati.

Tamu

Rekanan Situs

Rekanan Situs
Klik Gambar di Atas untuk berkunjung ke Pasar Grosir Tas; Drawstring, Tote, Sling, etc. Tas kanvas, tas blacu, tas furing, dll.
Ayiko Musashi. Diberdayakan oleh Blogger.

Kunjungi Juga

Kunjungi Juga

Welcome to

Welcome to

Terjemah

Artikel Pop

Menuju Ke

Kamis, 26 April 2012

RF: Juno


Juno. Apa yang aku tahu tentang Juno?! Seorang teenager manis yang sedang mekar, ceria, dan sedang hamil?! Lucu juga alur dimana ia akhirnya menemukan cintanya. “Seseorang saling mencintai dulu baru kemudian hamil. Rupanya kami bukan bagian dari kenormalan itu”, begitulah kesan Juno tentang hubungannya dengan Bleek.

Hahaha. Juno adalah gambaran seorang remaja yang cukup dewasa dan tenang menghadapi sesuatu diluar kebiasaannya: hamil di usia 16 tahun. Ia uruung melakukan aborsi, meski ia tahu keadaannya belum cukup tepat untuk menjadi seorang ibu. Tidak ada adu mulut dengan makian ini-itu di film ini, seperti yang biasa akan selalu diekspos dalam film dan sinetron Indonesia. Hahaha. Ribuuuuuut melulu, kutuk-mengutuk, ngeluh ini-itu, saling lempar tanggung jawab, atau berlomba blaming someone dan cari kambing hitam.

Tidak. Di film ini Juno adalah wakil dari sebuah sikap kedewasaan. Ia bicara dengan tenang di hadapan Bleek, orang tuanya, atau ketika bertemu teman-teman sekelasnya. Jangan lupa, Juno tetap sekolah meski perutnya semakin membesar. Bukankah tindakan seperti ini butuh sebuah penerimaan yang besar terhadap kenyataan?! Bukankah yang seperti itu butuh keberanian, kebijakan, dan kepercayaan diri yang mantap?!

Juno itu sosok realistis. Ia bias terkejut, panik, bingung, atau kecewa. Tapi Juno focus pada solusi, bukan pada masalah dan efek sampingnya. Karena itu, aku bilang “Salut!”. Hahaha.

Hal yang paling mengesankan dan menyentuh adalah ketika menjelang film berakhir. Juno usai bersalin, bayinya lelaki. Bleek sedang bertanding marathon saat itu. Karena tidak ingin membuat Bleek khawatir, Juno tidak beri tahu Bleek soal babaran-nya.

Tapi naluri Bleek sebagai seorang kekasih, dan sebagai seorang ayah-lah yang menuntunnya secara spontan pergi ke Rumah Bersalin. Juno sedang istirahat, dan kemudian Bleek menyapa di pintu, pelan, dan tersenyum. Ia mendekat ke ranjang. Juno tersenyum, dan Bleek langsung berbaring memeluk Juno—yang saat itu sedang menangis karena emosi yang macem-macem—dari samping, dan mencium sayang Juno.

That’s the best part of dis film, I think. Hjahahja.

221009
Ayiko Musashi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Text Widget

Text Widget