Isi Blog ini

terdiri dari banyak tulisan; antara tulisan 'ilmiah', artikel buletin, opini, puisi, komentar film (biasa diberikan kode "RF"), lirik lagu, beberapa kutipan, atau apapun saja yang dinilai baik untuk dibagikan sebagai pengalaman bersama..

Selamat menikmati.

Tamu

Rekanan Situs

Rekanan Situs
Klik Gambar di Atas untuk berkunjung ke Pasar Grosir Tas; Drawstring, Tote, Sling, etc. Tas kanvas, tas blacu, tas furing, dll.
Ayiko Musashi. Diberdayakan oleh Blogger.

Kunjungi Juga

Kunjungi Juga

Welcome to

Welcome to

Terjemah

Artikel Pop

Menuju Ke

Kamis, 26 April 2012

RF: Mulan




Hidup adalah peperangan itu sendiri. Tidak boleh ada perasaan.

Begitulah yang kuresapi dari kisah epik Cina ini. Sebuah kisah kepahlawanan, cinta yang sedemikian dalam dan sunyi, serta sebuah pengorbanan demi sebuah cita-cita agung akan perdamaian.

Hidup yang damai mengarang ceritanya sendiri, dan di sini, Mulan, sang jendral perempuan—sekaligus nama dari film ini—menjadi akar dari sebuah pohon yang akan melahirkan buah manis kehidupan damai.

Keberanian dan totalitas pengabdian Mulan sudah tidak perlu dipertanyakan. Ia abdikan hidupnya untuk bangsa dan prajuritnya.

Ia sudah berikan segala yang ia bisa berikan. Dimulai dari peran menggantikan kewajiban perang sang ayah. Ia pergi menyamar menjadi prajurit lelaki. Lika-liku ia temui, hingga ia diangkat menjadi Jendral. Maju ke medan lagu. Berada di barisan terdepan menghadang musuh bersama pasukannya yang bersedia mati untuknya.

Perang demi perang ia tuntaskan. Nyawa prajurit yang meregang, musuh yang terbunuh, dan kehilangan orang tersayang sudah menggurati hidupnya. Ambang keputus asaan tak jua membuatnya kehilangan arang. Ia masih juga berjuang.

Hingga usai perang dan berganti kedamaian, semua bangsanya berbangga akan Mulan. Kehidupan yang damai mulai dirayakan. Mulan pulang ke kampung halaman untuk sekali lagi mengabdikan dirinya merawat sang ayah.

Ada sesuatu yang mungkin bergemuruh di hati Mulan. Karena jeda antara usai perang dan kembali ke kampung halaman masih saja ia berkorban. Cintanya kepada Wentai[1] haruslah menjadi cinta yang sunyi. Mulan, bagaimanapun demi kedamaian bangsanya dan suku Rouran, harus tegar menyaksikan sang kekasih hati (Wentai) menikah dengan putri suku Rouran.[2]

Mulan tahu dirinya mencintai Wentai, juga Wentai yang benar-benar mencintai Mulan. Keduanya tetap seperti dalam pertempuran. Tidak boleh ada perasaan. Seolah masing-masing tahu bahwa ego dan kepentingan pribadi haruslah dikorbankan demi lahir dan langgengnya cita-cita perdamaian yang agung.

Mulan (dan Wentai) juga adalah martir kehidupan. Manusia yang begitu total dan tulus menghayati peran kehidupan. Laku yang mungkin menaikkan derajat manusiawi menjadi adi-manusiawi. Salut.

Ayiko Musashi,
18 Mei 2010


[1] rekan jendral dan prajurit satu-satunya yang mengatahui Mulan sebagai perempuan sejak awal.

[2] Ini adalah sebuah mekanisme yang lazim diterapkan pada suku-suku pada zaman dahulu untuk menjaga perdamaian dan mencegah terjadinya pertumpahan darah di antara kedua suku yang saling besanan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Text Widget

Text Widget