Isi Blog ini

terdiri dari banyak tulisan; antara tulisan 'ilmiah', artikel buletin, opini, puisi, komentar film (biasa diberikan kode "RF"), lirik lagu, beberapa kutipan, atau apapun saja yang dinilai baik untuk dibagikan sebagai pengalaman bersama..

Selamat menikmati.

Tamu

Rekanan Situs

Rekanan Situs
Klik Gambar di Atas untuk berkunjung ke Pasar Grosir Tas; Drawstring, Tote, Sling, etc. Tas kanvas, tas blacu, tas furing, dll.
Ayiko Musashi. Diberdayakan oleh Blogger.

Kunjungi Juga

Kunjungi Juga

Welcome to

Welcome to

Terjemah

Artikel Pop

Menuju Ke

Kamis, 26 April 2012

RF: Dear Frankie


Dear Frankie
Adalah film tentang kasih saying seorang ibu kepada anaknya, dan cerita tentang seorang anak umur 9 tahun yang merindukan ayahnya. Sang ibu telah berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk berlari dari ayah Frankie, sang anak. Lizzie, sang ibu, selalu pindah bersama ibunya dan Frankie. Mereka terus melakukan ini karena menghindar dari sang ayah yang tempramen dan ringan tangan.

Frankie adalah anak yang rajin menulis surat kepada ayahnya. Ia tuli—karena perbuatan ayahnya dan ia tidak tahu mengenai itu. Frankie sebenarnya tidak pernah bertemu dengan ayahnya. Jadi citra ayah yang selama ini dimilikinya diperoleh dari surat balasan yang diterima oleh Frankie yang ternyata adalah karangan ibunya untuk melegakan Frankie. Ibunya selalu menulis bahwa ayah Frankie adalah seorang pelaut yang terus berlayar. Dan demikianlah yang dipercayai oleh Frankie.

Sampai pada suatu waktu Lizzie membayar seseorang untuk berpura-pura menjadi ayah Frankie. Ia jelaskan hal-hal yang perlu diketahui, dan dimulailah sandiwaranya. Satu hari telah berlalu dengan sangat baik. Di luar dugaan, Frankie sangat menyukai sang ayah ‘bayaran’ tadi, dan begitu pula yang dirasakan oleh pria itu. Ia tidak merasa sedang berpura-pura. Tanpa disadari mereka telah terhubung satu sama lain.

Dua hari mereka melakukan hal-hal yang sangat diinginkan oleh Frankie. Suasananya sangat gembira dan nyata. Ini membuat Lizzie merasa begitu saja ikut terbaa suasana akrab dan hangat itu. Akhirnya tumbuh juga perasaan Lizzie kepada sang pria.

Tidak jauh berselang dari keadaan itu, kabar tentang ayah Frankie yang sesungguhnya diterima oleh Lizzie. Ia sedang sakit parah, dan memohon kepada Lizzie untuk menemui Frankie sebelum beberapa hari kemudian ia meninggal. Lizzie masih trauma, dan ia tidak mengijinkan. Tapi dari insiden inilah Lizzie menjelaskan kepada Frankie siapa ayahnya yang sesungguhnya.

Frankie bergeming menghadapi kenyataan itu. Ia merasa tidak dibohongi selama ini. Ia tenang, dan yang lebih menarik perhatian Frankie adalah kehangatan yang ia rasakanbersama sang ayah ‘bayaran’ tadi. Kehangatan dan kebersamaan yang singkat tapi sangat-sangat penuh bagi Frankie. Melebihi apapun, mungkin Frankie merasakan belaian dan kasih sayang ayah tidak secara emosional, tidak secara genetis. Dan itu tidak masalah bagi Frankie.

Ia tetap menulis surat seperti ketika ia bersurat kepada ayah dalam imajinya. Kali ini ia mengalamatkannya untuk sang ayah ‘bayaran’ tadi. Ia mengutarakan semua kenangan indah yang dilaluinya, kekagumannya, harapannya, dan beberapa hal tentang kejadian yang baru. Di akhir surat ia menulis dengan sedikit perubahan yang sama sekali tidak mengurangi rasa sayangnya: ……bla-bla-bla…… Temanmu, Frankie.

Hahaha. Saluto.

261009 │ Ayiko Musashi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Text Widget

Text Widget